Bolehkah Mendoakan Keburukan Untuk Pemimpin Zhalim?

loading...
loading...

Cpinews.co – Kata ustad-ustad mental penjilat, haram hukumnya mendo’akan keburukan atas pemimpin/penguasa meskipun zhalim. mendoakan keburukan atas pemimpin zhalim adalah tindakan yang menyelisihi manhaj Salaf & merupakan ciri-ciri khawarij menurut klaim mereka. ini jelas doktrin lama yang telah usang. pembodohan massal yang sudah basi.

Mendoakan keburukan atas penguasa zhalim hukumnya BOLEH ! bahkan SANGAT BOLEH ! Dan itu sesuai dengan Sunnah Rasulullah.

Mana dalilnya…?

Dalilnya adalah Sabda Rasulullah:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم.

“Ya Allah, siapa saja yang memimpin/mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka SUSAHKANLAH DIA”. (HR. Imam Muslim).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendoakan keburukan atas pemimpin-pemimpin yang menyusahkan rakyatnya..

Memang, alangkah baiknya kita mendo’akan kebaikan kepada para pemimpin zhalim. Dan mendo’akan kebaikan bagi pemimpin zhalim adalah tindakan yang dicontohkan oleh Salafus Shalih terdahulu. Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah berkata, “Seandainya aku tahu bahwa aku memiliki doa yang mustajab (yang langsung dikabulkan oleh Allah), maka aku akan gunakan untuk mendoakan penguasa/pemimpin.”

Akan tetapi, bukan berarti mendoakan keburukan atas penguasa/pemimpin yang betul-betul zhalim tidak ada contohnya / teladannya dari Salaf. Ini yang sering di sembunyikan oleh segelintir “mafia berjubah” yang mengklaim bahwa mereka adalah kelompok paling sesuai manhaj Salaf demi memuaskan kepentingan para penguasa sekuler yang menjadi majikan-majikan mereka. Yang melarang mendoakan keburukan kepada penguasa zhalim secara mutlak hanyalah kelompok Mulukiyyah. sedangkan mulukiyyah ini adalah sekte sempalan yang lahir dari rahim murji-ah modern.

Mana contohnya Salaf yang mendo’akan keburukan kepada penguasa zhalim?

Imam besar Tabi’in, Al-Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah, mendoakan keburukan atas penguasa/pemimpin zhalim di zamannya (yaitu Hajjaj Bin Yusuf Ats-Tsaqafi), kata beliau:

اللَّهُمَّ يَا قَاصِمَ الْجَبَابِرَةِ اقْصِمِ الْحَجَّاجَ ابن يوسوف…

“Ya Allah yang maha perkasa dan kuasa, hancurkan dan binasakanlah Hajjaj Bin Yusuf…”

Lalu, setelah di doakan demikian oleh Imam Hasan Al-Bashri, Hajjaj Bin Yusuf (si gubernur zhalim dan lalim ini) pun tewas tiga hari kemudian disebabkan perutnya di penuhi cacing.

KESIMPULANNYA: mendoakan keburukan kepada orang zhalim (baik ia pemimpin atau bukan) adalah BOLEH.

Kata Imam An-Nawawi Rahimahullah:

وَقَدْ تَظَاهَرَ عَلىَ جَوَازِهِ نُصُوْصُ الْكِتَابِ وَالسُنَةِ وَأَفْعَالُ سَلَفِ الْأُمَةِ وَخَلَفِهَا

“Telah jelas kebolehan hal tersebut, yaitu BOLEHNYA mendoakan keburukan kepada orang yang berbuat zalim, berdasarkan nash-nash Al-Qur`an dan As-Sunnah. Juga berdasarkan perbuatan generasi umat Islam terdahulu (yaitu salaf) maupun generasi terkemudian (khalaf).”

Diantara dalilnya adalah Firman Allah Ta’ala:

لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنْ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ

”Allah tidak menyukai ucapan buruk yang diucapkan terang-terangan kecuali oleh orang yang dianiaya/di zhalimi.”

(QS An-Nisaa’ ayat 148).

Wallahu A’lam.(cpi)

Sumber : Pustaka At-Thuwailibi Channel


loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *